PENGERTIAN CMMI
CMMI (Capabilty Maturity Model Integration) adalah suatu pendekatan perbaikan proses yang memberikan unsur-unsur penting proses efektif bagi organisasi – Wikipedia. CMMI juga disebut sebagai kerangka kerja (framework) yang bisa digunakan untuk mengembangkan proses di dalam perusahaan. Contoh proses tersebut misalnya, membuat proposal, menganalisa kebutuhan client, membuat kode program, dan kegiatan lainnya. Semua tata laksana kegiatan tersebut dikenal dengan nama proses atau prosedur.
CMMI terdiri dari rangkaian practices. Dalam rangkaian practices ini ada rambu-rambu atau rekomendasi yang dapat diikuti. Practices dalam CMMI dibagi menjadi dua, yaitu Specific Practices (SP) dan Generic Practices (GP). Bila kita sudah mengimplementasikan practices dengan sempurna, kita dianggap sudah memenuhi Goals. Sama seperti practices, ada Generic Goals (GG) dan Specific Goals (SG).
TENTANG CMMI & ISO
Hubungan antara CMMI dan ISO yaitu keduanya sama-sama standar yang digunakan untuk menilai proses suatu organisasi. Lebih mudahnya CMMI atau ISO ini adalah sertifikasi perusahaan.
Perbedaan CMMI dan ISO terletak pada ketelitiannya. Bila kita ingin perusahaan kita mendapat sertifikasi ISO, perusahaan kita harus memiliki Standard Operating Procedure (SOP) yang tertulis. Kemudian kita harus membuktikan pada badan sertifikasi bahwa SOP tersebut kita jalankan dengan baik. Apa saja yang kita tulis dalam SOP bebas terserah kita. ISO tidak mengatur sampai ke tingkat itu.
Berbeda dengan CMMI, selain kita punya SOP, CMMI punya aturan khusus tentang isi SOP. Misalnya, kalau kita melakukan analisa kebutuhan (requirement gathering), ada beberapa aturan yang harus diikuti, contohnya: Pernyataan kebutuhan user harus dicatat, Pernyataan kebutuhan harus dikonfirmasi ke user, Pernyataan kebutuhan harus disetujui kedua pihak, Kalau ada perubahan, harus dicatat, Antara kebutuhan dan software yang dideliver, harus bisa dilacak.
Singkatnya, jika kita lulus ISO, belum tentu lulus CMMI. Sebaliknya, jika kita lulus CMMI, besar kemungkinan kita akan langsung lulus ISO bila kita mengikuti sertifikasinya.
MATURITY LEVEL
CMMI ini terdapat 5 Maturity Level, mulai dari yang terendah ML 1, sampai yang paling canggih ML 5. Bila perusahaan kita sudah ML-5, maka kita bisa mengikuti dalam proyek software yang lingkupnya besar dan bergengsi seperti tender proyek software rudal Patriot.
Setiap ML memiliki seperangkat PA (Process Area) yang harus dipenuhi agar kita berhak menggunakan title ML tersebut. Sebagai contoh, bila kita ingin lulus ML-2, maka kita harus mengimplementasikan 7 PA. Untuk mencapai ML-3, kita harus mengimplementasikan 7 PA dari ML-2 ditambah dengan 11 PA dari ML-3. Demikian seterusnya, sehingga ML-5 yang sudah mengimplementasikan 22 PA.
KEUNTUNGAN CMMI
Beberapa keuntungan yang diperoleh saat perusahaan menerapkan CMMI:
- Penilaian studi kualitas (assessing) atas proses kematangan (maturity) terkini.
- Meningkatkan kualitas struktur organisasi dan pemrosesan dengan mengikuti pendekatan best-practice.
- Digunakan dalam proses uji-kinerja (benchmarking) dengan organisasi lainnya.
- Meningkatkan produktivitas dan menekan resiko proyek.
- Menekan resiko dalam pengembangan perangkat lunak.
- Meningkatkan kepuasan pelanggan.
- Mempunyai fitur-fitur yang bersifat institusional, yaitu komitmen, kemampuan untuk melakukan sesuatu, analisis dan pengukuran serta verifikasi implementasi.
- Tersedianya “Road Map” untuk peningkatan lebih lanjut.
REFERENCES
http://id.wikipedia.org/wiki/CMMI
http://meeinstan.wordpress.com/2011/05/13/apa-itu-cmmi-capability-maturity-model-integrated/



